FORKOMMI (forum komunikasi mahasiswa
minang) didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Oktober 1995. Pada awal
berdirinya organisasi/forum ini adalah hanya sebagai tempat silaturahmi
mahasiswa minang untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, yaitu forum ini
lebih bercirikan paguyuban. Namun seiring bertambahnya usia, serta berbagai
diskusi dan kajian, akhirnya forum diorientasikan kepada organisasi
kemahasiswaan yang berbasis gerakan sosial budaya dan pendidikan “menyiapkan
insan akademik minang yang berwawasan nasional yang islami dan berjiwa sosial
tinggi,” ujar Puja, ketua Forkommi kepada Swara Kampus.
Saat
ini “komandan” FORKOMMI memang dipercayakan kepada Puja (Perencanaan tata wilayah dan kota UGM 2010)
sebagai ketua, Awando Ahmad (Diploma Teknik Elektro UGM 2010) sebagai sekjen,
Logita (Peternakan UGM 2011) sebagai bendahara, Refilna Andika (International
Mathematic UNY 2010) sebagai sekretaris. Sedangkan kantor sekretariatnya di
Jl.Kaliurang KM 5 Sleman, Yogyakarta.
Selain kepengurusan inti, dibentuk
lagi 4 bidang kepengurusan, yaitu bidang internal dan pengorganisasian yang
mengurus masalah internal seperti perekrutan mahasiswa baru dan pembinaan.
Bidang minat dan bakat yang membantu anggota untuk mengembangkan bakat dan
minat mereka. Bidang dakwah social yang menangani bakti social seperti donor
darah dan aksi turun ke jalan yang dilakukan ketika terjadi bencana gempa di
Sumatera Barat beberapa saat lalu. Bidang yang terakhir adalah dana usaha dan
eksternal yang biasanya membentuk koneksi ke luar forum.
Kegiatan
dari FORKOMMI ini sendiri tiap awal tahun ajaran mahasiswa baru diawali dengan
perekrutan mahasiswa minang baru, lalu penyambutan oleh para senior dengan tujuan
agar para mahasiswa baru dapat saling mengenal satu sama lain dan juga dengan
para senior. Selain itu kegiatan ini bertujuan memberi informasi seputar Yogyakarta
kepada Maba (Mahasiswa Baru). Setelah penyambutan, kegiatan yang paling penting
dalam serangkaian penyambutan adalah pelatihan kepemimpinan dasar (latpemsar).
Latpemsar ini nantinya akan berguna untuk para anggota dalam berorganisasi
diluar FORKOMMI.
“Banyak manfaat yang bisa diambil dari keanggotaan di
FORKOMMI,” tutur Farid (fakultas hukum UGM 2011). Sambil menjelaskan bahwa
dengan ikut Forkommi ia bias belajar tentang kemandirian, kepemimpinan dan
tidak merasa asing tinggal jauh dari kampung halaman, mendapat banyak koneksi, dan yang pasti
kenalan baru.
Di sisi lain, dalam suatu forum rasanya tidak
“komplit” tanpa konflik, konflik yang biasa terjadi biasanya dalam hal
argumentasi dari teman-teman yang kadang bersifat idealis, tapi setelah
dimusyawarahkan hal ini pun dapat teratasi dan mencapai satu mufakat
(persetujuan). “Kalau kata orang tetua dulu sih, adat basandi sarah, sarah basandiang qitabullah.”tutur Farid yang
artinya adat bersumber dari syariat, syariat berasal dari Al-quran, yang dimana
dalam Al-quran kita harus menghargai pendapat orang lain dalam bermusyawarah.
Hingga
kini Forkommi juga pernah mengukir prestasi seperti pertandingan sepak bola
piala Sri Sultan Hamengku Buwono X, harapan 1 futsal TDC club, pertandingan
voli IMAMI (ikatan mahasiswa amikom) cup 2008. “Sayangnya, saat ini masih
banyak forum kedaerahan termasuk FORKOMMI yang belum mendapat perhatian penuh
dari pemerintah, karena sampai saat ini semua kegiatan yang dilakukan oleh
forum ini masih menggunakan dana sukarela dari anggota dan kadang-kadang juga
bantingan. (mira)
(Kedaulatan Rakyat : Selasa, 11 September 2012)

mukanya ngenees bgt yaa, emang ini mantan TKI arab yang majikannya kejaam. haha (ampun ya mbak). udah deh cuma itu aja.
terus adalagi.. hari ini gilaaa, tidur jam 5 pagi, cuma buat main uno dan sobyong.. without study! what the *****d. dan bagusnya bisa bangun jam sepuluh, pak sulis dateng pas mandi. haha. pak sulis mbatang dulu deh di belakang..