Selasa, 2 Oktober 2012 lalu saya mengunjungi keluarga
miskin yang berada didaerah sekitar saya tinggal. Mereka adalah keluarga Zufri
yang beralamatkan Pogung Rejo blok C4. Kunjungan saya ini memang cukup singkat,
tetapi memgisahkan banyak hal.
Yang
pertama menjadi perhatian saya adalah cara mereka berkomunikasi terlihat dari
keluarga ini adalah kurangnya pendidikan tiap anggota keluarganya yang terdiri
dari ayah, ibu dan, 3 orang anaknya. Untuk anak tertua mereka yang berumur 23
tahun hanya mengenyam pendidikan sampai dengan SD (sekolah Dasar), anak yang
kedua berumur 16 tahun dan tamatan SMP(Sekolah Menengah Pertama), dan anak
laki-laki ketiga mereka berumur 7 tahun yang baru mengenyam bangku SD. Mereka
berkomunikasi menunjukkan kurangnya pendidikan tiap anggota keluarga dan
menurut saya pendidikan bukanlah hal yang penting untuk mereka saat ini, bagi
mereka yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya untuk menghasilkan
uang sehingga bias memperoleh pangan jika tidak untuk besok, setidaknya cukup
untuk hari ini. Mereka juga kurang menghargai satu sama lain dalam
berkomunikasi yang masih saya anggap dengan berkomunikasi secara kasar.
Tapi
di keluarga ini saya disambut dengan hangat dan dengan makan bersama seadanya.
Dari sinilah terlihat kurangnya kebutuhan pangan mereka, karena sedikitnya
jatah nasi yang diberikan untuk tiap anggota keluarga. Memang miris melihatnya,
karena banyak diluar sana orang-orang yang sering tidak menghabiskan makanan
dan membuang-buangnya termasuk saya, mungkin dari sini saya mendapat pelajaran
akan susahnya mencari uang dan makanan sehingga saya harus benar-benar dalam
memanfaatkan sesuatu yang saya miliki.
Dari
pengamatan saya, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan
masyarakat miskin lebih intensif lagi dan seharusnya untuk sekolah saat ini
diwajibkan jangan hanya program 9 tahun, seharusnya minimal 12 tahun, jika
memungkinkan sampai mendapat gelar sarjana seperti di negara-negara maju,
karena saat ini lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) saja sudah susah dalam
mencari kerja, apalagi yang hanya lulusan SMP. Selain itu pemerintah seharusnya
juga lebih memperhatikan alur bantuan Raskin (beras miskin) yang kabar-kabarnya
banyak dijadikan saran korupsi pejabat daerah setempat, agar masyarakat miskin
yang memang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya dan kesejahteraannya
meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar