Minggu, 14 Oktober 2012

Pengalaman Mengunjungi Keluarga kurang Mampu



Selasa, 2 Oktober 2012 lalu saya mengunjungi keluarga miskin yang berada didaerah sekitar saya tinggal. Mereka adalah keluarga Zufri yang beralamatkan Pogung Rejo blok C4. Kunjungan saya ini memang cukup singkat, tetapi memgisahkan banyak hal.
            Yang pertama menjadi perhatian saya adalah cara mereka berkomunikasi terlihat dari keluarga ini adalah kurangnya pendidikan tiap anggota keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu dan, 3 orang anaknya. Untuk anak tertua mereka yang berumur 23 tahun hanya mengenyam pendidikan sampai dengan SD (sekolah Dasar), anak yang kedua berumur 16 tahun dan tamatan SMP(Sekolah Menengah Pertama), dan anak laki-laki ketiga mereka berumur 7 tahun yang baru mengenyam bangku SD. Mereka berkomunikasi menunjukkan kurangnya pendidikan tiap anggota keluarga dan menurut saya pendidikan bukanlah hal yang penting untuk mereka saat ini, bagi mereka yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya untuk menghasilkan uang sehingga bias memperoleh pangan jika tidak untuk besok, setidaknya cukup untuk hari ini. Mereka juga kurang menghargai satu sama lain dalam berkomunikasi yang masih saya anggap dengan berkomunikasi secara kasar.
            Tapi di keluarga ini saya disambut dengan hangat dan dengan makan bersama seadanya. Dari sinilah terlihat kurangnya kebutuhan pangan mereka, karena sedikitnya jatah nasi yang diberikan untuk tiap anggota keluarga. Memang miris melihatnya, karena banyak diluar sana orang-orang yang sering tidak menghabiskan makanan dan membuang-buangnya termasuk saya, mungkin dari sini saya mendapat pelajaran akan susahnya mencari uang dan makanan sehingga saya harus benar-benar dalam memanfaatkan sesuatu yang saya miliki.
            Dari pengamatan saya, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat miskin lebih intensif lagi dan seharusnya untuk sekolah saat ini diwajibkan jangan hanya program 9 tahun, seharusnya minimal 12 tahun, jika memungkinkan sampai mendapat gelar sarjana seperti di negara-negara maju, karena saat ini lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas) saja sudah susah dalam mencari kerja, apalagi yang hanya lulusan SMP. Selain itu pemerintah seharusnya juga lebih memperhatikan alur bantuan Raskin (beras miskin) yang kabar-kabarnya banyak dijadikan saran korupsi pejabat daerah setempat, agar masyarakat miskin yang memang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya dan kesejahteraannya meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar